Selasa, 25 Juni 2013

tangisan yang tak berujung



jeritan tangis anak yang tak mampu bersuara selalu terdengar di antara lorong-lorong .
dari kejauhan telah terdengar jeritan bayi-bayi yang tak berdosa
akan kudis dan tukak akibat tambang-tambang keputusan bapaknya
tak ada kata yang  bisa di ucapkan untuk mencurahkan rasa kekecewaan atas goblok-goblokan yang di lakukan bapaknya.

jiwa budak terasa mendarah daging '' itu yang ada di pikiran sang bayi.
 secara tak sadar kita meyakini bahwa itu lah jati diri bangsa ini. 
bangsa ini selalu terjajah oleh investor-investor .

hal ini tak di sadari di saat kita memandang dari sudut kebutuhan hidup.
memang sudah bosan bumi ini berdiam diri sudah ingin rasa nya untuk menyuarakan isi hati,tapi tak kunjung mampu di saat ada tangisan bayi-bayi yang masih ingin menikmati hari-hari bermain dengan alam.

Rabu, 12 Juni 2013

jiwa kepedulian itu perlu di tumbuhkan..

Tuk mengobati kerinduan dan dahaga banyak pihak terhadap pengetahuan yang di bangun berdasarkan landasan teori dan dialektika yang tumbuh bersama rakyat , referensi-referensi seputar pentingnya kesadaran kepedulian terhadap kerusakan lingkungan  sangatlah dibutuh kan untuk di terbit kan di setiap pekat atau pun harus selau di selip kan di beberapa media, baik itu media elektronik maupun media cetak.
Referensi tersebut diharapkan mampu menjadi media transformasi dan kelola landasan pengetahuan dari satu ke beberapa orang yang lain, yang menjadikan satu pengetahuan mengkombinasi pengetahuan bersama.
Para-para aktivis lingkungan tidak bisa hanya memposisikan  pengetahuan sebagai landasan tertinggi.Dialektikanya tumbuh dan berkembang bersama dengan kerja-kerja praktis beradvokasi dilapangan dan berhadapan realitas atas krisis yang di alami oleh rakyat.  Berdasarkan situasi genting menentang kaum-kaum kapitalis yang menjelma sebagai pejabat-pejabat bangsa ini sendiri yang sering kali abai dan korporasi yang kian rakus merampas wilayah kelola rakyat..

Selasa, 11 Juni 2013

dampakkah ini....?

Akan kah semua nya membuat kegalauan di pundak menjadi senjata tuk membelenggu  indikator-indikator tumbuh nya bibit-bibit virus merah muda…?

Semenjak  zaman orde lama selalu di ungkapkan  kegalauan bangsa ini tak hentinya  membasahi  rakyar-rakyat di perbatasan. baik itu Indonesia bagian timur,selatan, utara ,dan barat..  miriskah kita melihat realita  yang terjadi …??   

Dapat kah  kita merasakan keremukan yang sangat akan kekecewaan terhadap nasib yang tak lagi memihak kepada do’a-do’a yang amat keramat..?
Batuk pun tak terasa  di saat kerongkongan di gerogoti darah yang memancar ke atas akan lapar mengguyuri seluruh tubuh  dengan berbagai aksi nya,.
Bak pepatah, rujuk tak lagi pedudi­­­­_ceraipun tak lagi di hiraukan .
banyak para aktivis yang menyuarakan suara budak­-budak hutan belantara yang tak tercatat keberadaan nya,bagai mengembus titian jembatan kayu yang rapuh.
Memang bangsa ini kaya akan sumberdaya alam yang melimpah,  bahkan sumberdaya alam  yang melimpah  pun selalu menjadi nama samaran bangsa ini, ini merupakan ujung tombak awal dari kekosongan  perut-perut generasi yang memimpikan menjadi  bintang di langit,…..


semangat yang akan padam

mencoba untuk mengawali perjalanan menuju sebuah perubahan hidup yang bermartabat..
tak lagi semberonoh yang menjadikan pembekuan pola pemikiran dan kejernihan upaya dalam menemukan indikator-indikator perampasan hak kelansungan hidup..
kehidupan yang disiplin pun tak lagi memimpikan sebuah kesuksesan dalam mencapai target tujuan utama,yang hanya mampu mengotik-atik hasil karya orang lain , bagaimana kelansungan ini tercapai mencapai titik maksimal sedangkan pola pemikiran yang mencapai itu telah di habisi oleh undu-undur penggali lobang yang melingkar di setiap sudut dinding...